Jum’at, 18 Februari 2011 akhirnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Komisi Disiplin mengumumkan nama-nama yang dikenai sanksi karena terlibat dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Melalui rilis situsnya yang berjudul “Inilah para Terhukum Komdis PSSI” dinyatakan 53 orang terkena hukuman, yang meliputi 26 jajaran perangkat pertandingan, baik pengawas pertandingan (PP), wasit dan asisten wasit, 20 pemain asing, dan enam pelatih. Hukuman tersebut berupa pencabutan sertifikat dan lisensi perangkat pertandingan, pencabutan ITC pemain asing, dan pembekuan sertifikat pelatih.

Menurut ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, alasan penjatuhan hukuman tersebut adalah untuk menegakkan kedaulatan sepakbola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepakbola tanpa mematuhi aturan FIFA. Ini tentu saja tidak lepas dari dua fatwa FIFA melalui surat balasannya atas pengaduan PSSI karena berlangsungnya PSSI.

Namun, sebenarnya tidak sebatas ini saja hukuman yang telah diberikan PSSI kepada pihak-pihak yang terlibat dalam liga yang disebut komdis PSSI sebagai liga tidak dikenal tersebut. Kalau kita cermati, dua pemain Persema Malang yaitu Irfan Haarys Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan, juga telah lebih dulu merasakan “hukuman” PSSI karena memperkuat Persema yang berlaga di LPI. Memang hukumannya tidak dengan SK, tetapi hanya berupa tidak dapat dipanggilnya mereka ke Timnas Indonesia. Namun, tentu saja ini adalah berupa hukuman berat mengingat capek-capek mereka bersedia bermain serta menjadi WNI adalah untuk kebanggan membela merah putih. Alasan profesionalisme, yaitu sebagai pemain profesional yang harus menghormati kontrak dengan Persema, ternyata sama sekali tidak digubris oleh PSSI.

Namun, sadar atau tidak sebenarnya ada pemain profesional lainnya yang sebenarnya juga terlibat dalam LPI, meskipun tidak langsung, yang saat ini belum tampak ada hukuman baginya. Bukan pemain sembarangan karena dia juga termasuk pencetak dua gol, layaknya Irfan Bachdim, dalam Piala AFF kemarin. Bahkan pemain ini merupakan salah satu pemegang caps dan pencetak gol timnas terbanyak. Dia adalah Bambang Pamungkas alias Bepe. Lalu di manakah keterlibatan Bepe dalam LPI?

Jika anda salah satu penonton tayangan live LPI, pasti anda tahu bahwa setiap jeda iklan hampir selalu diawali dengan iklan dua produk dengan warna brand merah, yaitu C*ca-C*la (sponsor LPI) dan B**rex (obat sakit kepala). Nah, pada produk obat sakit kepala inilah Bepe bersama artis Aditya Herpavi tampil sebagai bintang iklan. Meski demikian, sampai saat ini saya memang belum tahu apakah benar B**rex memang menjadi sponsor siaran langsung atau tidak. Namun yang pasti produk ini merupakan iklan dominan dalam setiap siaran langsung LPI. Dan mata ini selalu saja merasa aneh melihat tampang Bambang Pamungkas dalam jeda iklan LPI.

Menarik untuk dicermati, apakah dengan alasan serupa PSSI juga akan menegakkan kedaulatan sepakbola dengan menghukum Bambang Pamungkas? Ataukah Bepe akan melenggang dengan alasan menghormati kontrak profesional Bepe dengan B**rex, toh Bepe juga tidak berperan aktif di LPI? Sebuah alasan yang sama sekali tidak berlaku bagi Irfan dan Kim, yang memang berperan aktif di LPI.

Terserahlah, kita tunggu saja! Toh saya menulis ini juga hanya guyonan, tidak serius-serius amat. Hehehe….!