Sepasang suami istri mendatangi seorang ustadz yang dikenal sangat bijak dalam memutuskan perkara umat.

“Ustadz, tolong bantu kami. Kami sudah menikah selama 20 tahun, awalnya kami saling mencintai. Setelah pernikahan itu berjalan 20 tahun, lama-kelamaan rasa cinta itu mulai hilang, kini kami sudah tidak saling mencintai. Ustadz, tolong beri kami solusi,”

“Wahai saudaraku, Cintailah istrimu!”, jawab Ustadz itu singkat.

Sang suami bingung, dalam hatinya justru itu masalahnya. Maka, mulailah dia mengulangi lagi pertanyaannya, “Ustadz, kami sudah 20 tahun menikah dan kini sudah tidak saling mencintai!”

“Wahai saudaraku, Cintailah istrimu!”, jawab Ustadz dengan tegas.

Merasa tidak puas lagi dengan jawabannya, dia bertanya lagi, “Tapi ustadz, saya sudah tidak mencintai istri saya lagi?”

“Wahai saudaraku, Cintailah istrimu!, kata cinta bukan kata benda dan bukan kata sifat yang tiba-tiba ada. Tapi kata kerja, kata yang harus dikerjakan, diperjuangkan dan terus-menerus diupayakan!” jawabnya tegas.

Seseorang yang ingin mendapatkan cinta, dia harus berusaha dan berjuang untuk mencintai. Bagaimana mungkin cinta itu bisa tumbuh jika tidak ditanam, dan bagaimana mungkin bisa berbuah jika tidak pernah dipupuk, dirawat dan dijaga? Seorang yang ingin mendapatkan manisnya cinta, harus berjuang hingga cinta itu berbuah.

Sungguh, kita sering menginginkan cinta tanpa berusaha mencintai terlebih dahulu, ingin didengan tanpa berusaha mendengar, ingin dihargai tanpa berusaha menghargai. Siapa yang menanam pastilah dia yang akan memetiknya.

Hidup ini adalah sebab akibat, tanpa ada sebab tidak ada akibatnya. Yang harus kita lakukan bukan take and give, tapi give and take. Berikan, pasti anda akan mendapatkannya! karena satu biji yang kita berikan akan Allah balas dengan 700 biji. Karena Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.

Ditranskrip dari:

Bagus Hernowo

Pesantren Entrepeneur

Radio Dakta Bekasi 107 FM