Israel secara drastis gagal memenuhi seluruh persyaratan dari sebuah masyarakat plural yang toleran. Hal tersebut terungkap dalam laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu.

Laporan yang ditulis Biro Demokrasi, HAM, dan Perburuhan mengindikasikan bahwa Israel bersikap diskriminatif terhadap Muslim, Saksi Jehovah, Kristen, perempuan, warga Badui, dan bahkan warga Yahudi Reformis.

Surat kabar Israel Haaretz, yang dikutip pada Senin (9/11/2009), menyebutkan bahwa Israel tidak memperlakukan kelompok-kelompok etnis pada posisi sejajar dan tidak menghormati tempat-tempat suci ataupun situs-situs bersejarah.

Meskipun aturan hukum Israel tahun 1967 menyerukan perlindungan seluruh tempat suci di Yerusalem (Al-Quds), namun Pemerintah Israel tidak menunjukkan sikap hormat terhadap situs-situs non-Yahudi dan bahkan secara resmi tidak mengakui tempat-tempat itu sebagai tempat suci.

Malahan, selain melalaikan tempat-tempat suci Muslim dan Kristen, Israel dan para pengusaha real estate menjadikan mereka sebagai objek eksploitasi.(jri)

sumber: http://international.okezone.com/read/2009/11/09/18/273581/18/as-masyarakat-israel-tidak-toleran