Tahun 2009 baru berjalan kurang lebih empat bulan. Namun, tahun ini tampaknya sangat semarak, mulai dari semarak pemilihan umum legislatif, pemilihan presiden sampai tertangkapnya Ketua KPK Antasari Azhar karena diduga sebagai otak pembunuhan. Di antara peristiwa-peristiwa tersebut tampaknya akan menyebabkan beberapa perubahan penting pada jajaran pejabat tinggi di negeri ini. Melihat perkembangan yang sedang berjalan diperkirakan beberapa pimpinan lembaga tinggi negara tinggi akan berganti dan sebagian lagi kemungkinan tetap.

images22Pertama, jabatan Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan diperkirakan masih akan tetap dipegang oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada tiga argumentasi untuk prediksi ini. Argumentasi pertama adalah pencapaian partai SBY (Partai Demokrat) yang diprediksikan akan menjadi jawara pemilu legislatif dengan perolehan sekitar 20% suara nasional. Argumentasi kedua adalah langkah SBY melenggang menuju pilpres tampaknya bebas hambatan, mengingat koalisi yang telah berhasil digalang dengan PKS, PKB, PBB, PAN dan partai kecil tampaknya berjalan aman. Argumentasi ketiga adalah popularitas SBY yang sangat tinggi dibanding dengan kandidat lainnya. Berbagai hasil survey menunjukkan popularitas SBY berada pada kisaran 40 – 50 %, sehingga banyak pengamat berpendapat siapapun cawapresnya tidak akan berpengaruh lagi. Namun dalam politik segala kemungkinan masih terbuka.

images25Kedua, jabatan Ketua DPR kemungkinan besar akan berganti menyusul perolehan suara pemilu legislatif kemarin. Ketua DPR Agung Laksono yang menjadi caleg Partai Golkar Dapil Jakarta Timur diperkirakan tidak akan lagi bisa melaju ke Senayan. Perolehan Agung Laksono dan partainya kalah dengan caleg dan partai-partai lain. Hasil perhitungan tahap pertama dan kedua menempatkan dua caleg Partai Demokrat dan satu caleg masing-masing dari PKS dan PDIP melaju ke Senayan. Sedangkan perhitungan tahap ketiga diperkirakan akan meloloskan masing-masing satu caleg dari PAN dan Gerindra. Memang semua masih perkiraan berdasarkan perolehan suara berjalan sehingga masih ada peluang bagi Agung Laksono untuk menuju Senayan. Namun, kalaupun jadi belum tentu Agung Laksono akan terpilih menjadi Ketua DPR lagi. Hal ini mengingat perolehan suara Partai Golkar dan partner koalisinya kemungkinan belum bisa manandingi kekuatan koalisi yang dibentuk Partai Demokrat. Kecuali, koalisi besar yang digagas di parlemen dengan partai non Blok S benar-benar berjalan efektif. Jadi, lowongan terbuka lebar untuk Ketua DPR 2009-2014, tetapi hanya terbatas bagi para caleg yang lolos menjadi anggota DPR yang baru.

images21Ketiga, jabatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi diperkirakan akan segera beralih kepada pejabat yang baru. Hal ini terkait penetapan Ketua KPK Antasari Azhar menjadi tersangka perencana aksi pembunuhan terhadap dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen tanggal 4 Mei 2009. Hingga hari ini beliau telah di-nonaktifkan dari pimpinan KPK dan Surat Pemberhentian Sementaranya sudah siap untuk ditandatangani oleh Presiden. Dalam RDP Komisi III DPR dengan pimpinan KPK, meski masih belum final, Komisi III meminta pemilihan KPK yang baru karena dengan pimpinan kolektif empat wakil ketua, KPK dinilai masih rawan ketika ada gugatan tersangka korupsi. Namun, yang pasti pergantian Antasari Azhar secara definitif masih menunggu proses hukum dan pastinya Antasari serta tim pengacara terus berupaya membuktikan tidak bersalah.

images24Keempat, tahun ini merupakan akhir masa jabatan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2004-2009. Selain itu Ketua BPK Anwar Nasution juga sudah mulai memasuki masa pensiun. Dengan demikian dapat dipastikan juga terbuka lowongan untuk menggantikan Anwar Nasution menjadi Ketua BPK 2009-2014. Kepada para profesional, akademisi, praktisi dan pejabat yang memiliki integritas tinggi serta mencintai kemajuan bangsa, inilah saatnya! Semoga DPR yang baru juga mampu memilih Ketua BPK yang berkualitas.

images23Kelima, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat juga kemungkinan akan ditinggalkan oleh Hidayat Nur Wahid. Hal ini menyusul berpeluang besar mendampingi SBY dalam pilpres 2009 mendatang. Namun, kemungkinan SBY menggandeng cawapres lain juga sama besarnya. Jika tidak menjadi cawapres SBY peluang HNW menjadi Ketua MPR lagi masih terbuka, mengingat PKS merupakan salah satu partner koalisi Partai Demokrat yang cukup kuat. Sekali lagi, kalaupun kosong lowongan jabatan ini hanya berlaku bagi anggota DPR/DPD yang baru.

boeKeenam, menyusul perkembangan politik ada kemungkinan jabatan Guberbur Bank Indonesia yang belum lama dipegang oleh Boediono akan kosong ditinggalkannya. Beliau kabarnya diplot SBY untuk menjadi wapresnya. Jika memang benar, karena elektabilitas SBY sudah cukup tinggi hampir dapat dipastikan akan terjadi pemilihan ulang Gubernur Bank Indonesia. Siapa berpeluang? Siapapun bisa, mungkin Agus Martowardoyo dan Raden Pardede lagi yang dicalonkan, mungkin juga tokoh lainnya.

Selain pimpinan lembaga-lembaga di atas, pimpinan lembaga tinggi lain atau yang setingkat relatif masih aman. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi relatif baru saja melakukan pergantian ketua, sehingga tanpa ada peristiwa luar biasa tampaknya tidak akan ada pergantian jabatan tersebut dalam tahun 2009 ini. Semoga dengan pimpinan baru, ada semangat baru dan kemajuan baru.